Jika kita lihat dari
bentuknya, esai mirip sekali dengan opini. Esai membahas masalah sesuai dengan
pendapat si penulis. Jadi, satu masalah dapat ditulis menjadi karangan esai
yang berbeda. Perbedaan ini sesuai dengan
pendapat masing-masing. Esai berusaha meyakinkan pembaca untuk menerima
pendapat penulis. Esai membahas berbagai masalah baik itu masalah yang penting
ataupun masalah yang biasa-biasa saja. Misalnya saja, novel yang baru terbit
atau suara tangisan bayi yang baru lahirpun dapat dijadikan esai. Esai
cenderung sederhana, padat dan focus pada masalah. Penulisan kalimat esai
tergantung pada kekhasan penulis yang bersangkutan. Setiap penulis memiliki
cirri yang berbeda. Perbedaan tersebut terlihat pada gaya kalimat yang dibuat
pada esai yang ditulis. Nah, perbedaan itulah yang membuat esai semakin
variatif dan banyak.







0 komentar:
Posting Komentar